Label “Bebas Bahan Kimia”, Benarkah?

Sering kita mendengar dan melihat di iklan-iklan televisi atau di poster-poster produk makanan melabeli produknya dengan tulisan “bebas bahan kimia”. Tujuannya tidak lain adalah untuk menarik konsumen yang notabene sudah ber-mindset jelek dengan bahan kimia untuk membeli produk mereka. Dalam artikel ini saya mencoba untuk mengupas benarkah label “bebas bahan kimia” tersebut dan mencoba memberikan gambaran tentang bahan kimia agar mindset kita benar tentang bahan kimia.

“Bahan Kimia” disini dapat diartikan sebagai senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan produk olahan makanan. Para pengiklan yang memasang slogan bebas bahan kimia tentunya harus meralat slogan mereka, karena bisa dipastikan bahwa tidak mungkin suatu produk olahan makanan yang tidak menggunakan bahan kimia. Kalau boleh saya mempertegas jika ada yang ngotot bahwa mereka tidak menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanannya, mereka harus tahu bahwa air yang hampir pasti digunakan sebagai bagian proses pembuatan suatu produk makanan itu sejatinya adalah juga bahan kimia. Karena air merupakan senyawa kima dengan rumus molekul H2O, yang berarti air adalah salah satu bahan kimia.
Bahan Kimia Air
Air
Sekarang mari kita lihat fakta tentang bahan kimia yang lainnya, bahwa sejatinya bahan kimia itu wajib digunakan dalam proses pembuatan makanan. Memang benar ada beberapa bahan kimia yang dapat dikategorikan dalam bahan kimia berbahaya dan ini mutlak tidak diperbolehkan dalam pembuatan makanan. Bahan kimia yang diperbolehkan digunakan adalah bahan kimia yang memang telah diteliti di laboratorium layak dipakai sebagai bahan aditif dalam proses pembuatan makanan yang sering kita kenal dengan istilah “Food Grade” dan tentunya dengan takaran yang telah ditetapkan.

Kita ambil contoh ada sebuah slogan yang berbunyi, “tanpa bahan pengawet”. Saya rasa kita sebagai masyarakat modern harus tahu bahwa bahan makanan olahan itu harus dan wajib menggunakan bahan pengawet, kenapa? Karena tanpa bahan pengawet produk makanan itu akan cepat rusak dan kualitasnya sangatlah jelek. Secara tradisional masyarakat sering menggunakan garam Natrium Clorida atau garam dapur sebagai bahan pengawet makanan. Untuk produk makanan secara besar produsen makanan sering menggunakan natrium benzoate, bahan kimia ini sengaja ditambahkan kedalam makanan agar makanan tersebut lebih awet dan tahan lama atau dengan istilah lain dia bisa memperlambat reaksi mikroorganisme yang dapat merusak makanan seperti cepat membusuk. Senyawa Natrium benzoate ini aman digunakan asal dengan takaran yang telah ditetapkan.

Bahan Kimia Natrium Benzoate
Natrium Benzoate
Undang-undang Indonesia juga telah menetapkan aturan tentang bahan kimia dalam makanan tersebut. Menurut undang-undang RI No 7 Tahun 1996 tentang Pangan, pada Bab II mengenai Keamanan Pangan, pasal 10 tentang Bahan Tambahan Makanan, dicantumkan:
1. Setiap orang yang memproduksi pangan untuk diedarkan dilarang menggunakan bahan apa pun sebagai bahan tambahan pangan yang dinyatakan terlarang atau melampaui ambang batas maksimal yang ditetapkan.
2. Pemerintah menetapkan lebih lanjut bahan yang dilarang dan atau dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan dalam kegiatan atau proses produksi pangan serta ambang batas maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Dari uraian undang-undang tersebut telah jelas bahwa pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan peneliti untuk menetapkan kebijakan terhadap penggunaan bahan kimia. Kalau saya pribadi lebih meringkas dan menyelaraskan dengan ajaran agama Islam bahwa kita tidak boleh menggunakan sesuatu apapun itu dengan berlebihan, bahkan sesuatu yang sangat bermanfaat saja tidak boleh kita gunakan dengan berlebihan. Dalam Al Quran Allah SWT berfirman pada surah Al A’raaf ayat 31 yang artinya:

“Hai anak adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”

Sekarang mari kita lebih cerdas dalam memilih makanan yang baik untuk keluarga kita, ubah mindset kita tentang bahan kimia bahwa tidak semua bahan kimia berbahaya bagi kita. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Salam Smart

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Anda