Seri Kuliah Spektroskopi: Spektrofotometri Serapan Atom (AAS)

Metode spektrofotometri serapan atom merupakan suatu metode yang berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. Untuk unsur tembaga (Cu) menyerap pada panjang gelombang 324,7 nm dan unsur mangan (Mn) menyerap pada panjang gelombang 279,5 nm. Cahaya pada panjang gelombang tersebut mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat elektronik suatu atom. Transisi elektronik suatu unsur bersifat spesifik. Dengan adanya energi, berarti memperoleh lebih banyak energi, suatu atom pada keadaan dasar akan tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi (Khopkar, 2003).

 Prinsip Kerja Spektrofotometer Serapan Atom

Diawali dengan proses atomisasi, yaitu suatu proses dimana sampel apakah itu padat (dilarutkan terlebih dahulu), cair, atau larutan diubah fasanya menjadi bentuk gas bebas, sehingga terbentuk atom netral. Setelah terbentuk atom netral, atom tersebut menyerap sinar UV/Vis pada panjang gelombang tertentu yang biasanya berasal dari lampu HCL (hallow cathode lamp), sehingga atom tersebut mengalami eksitasi (Harvey, 2000). 
Prinsip Kerja AAS
Prinsip Kerja Spektrofotometri Serapan Atom (Settle, 1997)

Untuk dapat digunakan pada analisis kuantitatif, spektrofotometer serapan atom mempunyai bebarapa komponen penting, antara lain sumber radiasi, atomizer, monokromator, dan detektor. Sumber radiasi yang sering digunakan adalah HCL (hollow cathode lamp). HCL dibuat dari (atau dilapisi dengan) unsur tertentu yang artinya spesifik untuk unsur-unsur tertentu, dan anode HCL merupakan kawat nikel atau tungsten. Atomisasi pada AAS berfungsi untuk mengubah fasa sampel menjadi gas, sehingga terbentuk atom netral. Untuk mengubah itu membutuhkan energi yang cukup tinggi. Berbagai metode telah dikembangkan untuk proses atomisasi ini, antara lain atomisasi nyala, nebulizer, desain burner, atomisasi elektrotermal, teknik generasi uap, teknik generasi hydride, dan lain sebagainya. Metode yang sering digunakan dari beberapa metode tersebut adalah atomisasi nyala dan atomisasi elektrotermal (Gauglitz, 2003).
Hollow Cathode Lamp
Hollow Cathode Lamp (Settle, 1997)

Salam Smart

1 komentar:

salam http://blog-medianet.blogspot.com/

Reply

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Anda