Seri Kuliah Kimia Organik: Ringkasan Reaksi Substitusi (SN2 dan SN1) dan Reaksi Eliminasi (E2 dan E1)

Pada postingan kali ini saya akan sedikit memberikan ringkasan tentang reaksi pada senyawa organik. Pada pembahasan kali ini saya akan memberikan ringkasan tentang reaksi senyawa organik yaitu reaksi substitusi dan reaksi eliminasi. Reaksi substitusi ini dibagi menjadi SN2 (Substitusi, Nukleofilik, Bimolekular) dan SN1 (Substitusi, Nukleofilik, Unimolekular). Sedangkan reaksi eliminasi dibagi menjadi Eliminasi 1 (E1) dan Eliminasi 2 E2). Selanjutnya apa berbedaan antara semuanya itu? Pada tabel dibawah ini akan kita lihat perbedaan dari reaksi-reaksi tersebut. 

Reaksi Substitusi Senyawa Organik

SN2
SN1
- Reaksi serempak/ serangan dari belakang
- Bereaksi dengan nukleofilik  (Nu) kuat/basa lewis, ex:
-OH, -OR, -CN
- Bereaksi baik dengan alkil halida primer dan sekunder, Halida anilik dan benzyl halida
- Pelarut non polar/polar aprotic
- proses melalui 2 tahap
- Bereaksi dengan nukleofil lamah/basa lewis, ex: H2O, ROH
- Bereaksi baik dengan alkil
Tersier > sekunder (lambat), Halida anilik dan benzyl halida
- Pelarut polar/ polar protic


Reaksi+Substitusi
Reaksi Substitusi

Reaksi Eliminasi Senyawa Organik

E1
E2
- Bereaksi dengan basa Bronsted Lowry lemah
Ex: H2O, ROH
- Bereaksi baik dengan alkil halida tersier > sekunder > primer
- Reaksi 2 tahap

- Pelarut polar protic
Bereaksi dengan basa Bronsted Lowry kuat dan temperature tinggi.
Ex: Na+ -OH
- reaksi serempak
- DBN Used to Promote an E2 Reaction
- Bereaksi baik dengan alkil halida tersier > sekunder > primer
- Hasil major: gugus alkil terbanyak pada atom karbon ikatan rangkapnya
- Pelarut polar aprotic


Reaksi+Eliminasi
Reaksi Eliminasi

*Alkena trans biasanya lebih berlimpah daripada alkena cis. Jika rintangan sterik menghalangi terbentuknya alkena yang paling tersubstitusi, maka yang berlimpah ialah alkena yang kurang tersubstitusi. Reaksi eliminasi, temperaturnya cenderung lebih besar dari substitusi.

Reaksi Bersaingan : Metil halida dan alkil halida primer cenderung menghasilkan produk substitusi, bukan produk eliminasi. Pada kondisi yang setara , alkil halida tersier terutama mengasilkan produk Eliminiasi dan bukan produk substitusi. Alkil halida sekunder bersifat diantaranya; perbandingan produk substitusi dan produk eliminasi sangat bergantung pada kondisi eksperimen.

Sekian ringkasan reaksi yang terjadi pada senyawa organik. Semoga bisa membantu teman-teman untuk lebih memahami reaksi-reaksi senyawa organik.

Salam Smart

2 komentar

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Anda