Seri Kuliah Kimia Anorganik: Aturan 18-Elektron pada Senyawa Organologam

aturan+18e+organologam
Now, we will learning about the 18-electron rules in organometallic chemistry. Seperti biasa saya merujuk dari buku miessler dan huheey dan materi kuliah J. Secara sederhana dan basic suatu molekul kimia dikatakan stabil apabila telah memiliki jumlah electron menyerupai gas mulia. Aturan ini kita kenal dengan aturan octet. Kemudian kenapa pada kimia organologam dikenal 18-elektron dan pada molekul sederhana hanya 8-elektron? Secara sederhana dapat kita analogkan 18-elektron dengan 8-elektron, dan analog itu begini: aturan 8-elektron digunakan untuk senyawaan golongan utama, yang artinya merepresentasikan jumlah electron pada kulit valensi terisi penuh (S2P6), sedangkan 18-elektron berhubungan dengan jumlah electron valensi untuk logam transisi (s2p6d10). Dari penjelasan tersebut dapat diketahui mengapa organologam menggunakan aturan 18-elektron, karena organologam merupakan senyawaan yang mengandung atom pusat logam transisi (sebagian besar) dan senyawa organic (hidrokarbon).
Oke setelah tahu penjelasan singkat tentang aturan 18-elektron, sekaran mari menginjak ke bagaimana cara menghitung jumlah electron senyawa organologam dengan system 18-elektron. Aturan 18-elektron ini terbagi menjadi dua metode, pertama adalah metode Donor Pair dan yang kedua metode Neutral Ligand.

1. Donor Pair Method (Method A)
Pada metode ini melibatkan ligan sebagai pendonor pasangan electron ke logam. Untuk menentukan jumlah total electron, kita harus menghitung juga muatan setiap ligand dan menentukan tingkat atau bilangan oksidasi formal dari atom pusat.
Contoh: dikarbonil kloro pentahapto siklopentadienil besi (II) (η5-C5H5)Fe(CO)2Cl
η5-C5H5-mendonorkan 3 pasang e-, CO mendonorkan 2 elektron (karena terdapat 2 CO maka dikali 2), Fe(II) = [Ar]4s03d6 jadi mendonorkan 6 elektron, sehingga jika dijumlahkan:
Fe (II)          : 6 e-
η5-C5H5         : 6 e-
2(CO)          : 4 e-
Cl-               : 2 e-
Total eletron : 18 elektron

2. Neutral Ligand Method (Method B)
Pada metode ini kita akan menggunakan jumlah electron yang akan didonasikan oleh ligand tetapi dalam keadaan netral. Pada ligan anorganik sederhana, jumlah electron yang didonasikan sama dengan muatan negatifnya sebagai ion bebeas. Misalnya Cl donor 1 e- (muatan ion bebas -1), O donor 2 e- (muatan ion bebeas -2), N donor 3 e- (muatan ion bebas -3). Pada metode ini kita tidak memerlukan penentuan bilangan oksidasi dari atom pusat.
Contoh: dikarbonil kloro pentahapto siklopentadienil besi (II) (η5-C5H5)Fe(CO)2Cl
Fe mendonorkan 8 e- sesuai konfigurasi elektronnya,  η5-C5Hmendonorkan 5 e- (kita mempertimbangan ligan ini sebagai ligan netral), CO mendonorkan 2 e-, dan Cl mendonorkan 1 e- (sebagai spesies netral)
Fe               : 8 e-
η5-C5H5       : 5 e-
2(CO)         : 4 e-
Cl                : 1 e-
Total           = 18 e-
Aturan 18-elektron organologam


Sekian dulu artikel tentang organologam kali ini, semoga bermanfaat dan ayoo kita terus belajar organologam untuk kemajuan katalis di Indonesia!

Salam Smart
gigihkurniawan

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Anda