Ketika Orang Dewasa bisa Seperti “Anak Kecil”

Apa sih perbedaan antara anak kecil dengan orang dewasa? Kemudian kenapa saya pada kalimat pertama menggunakan kata “anak” untuk kecil dan menggunakan kata “orang” untuk dewasa? Dua kalimat permulaan artikel ini sebenarnya sama saja, saya hanya ingin memberikan penekanan saja. Perbedaan mendasar dari anak kecil dan orang dewasa terletak dari pengetahuannya dalam membedakan mana yang salah dan mana yang benar, mana yang baik dan mana yang buruk. 


Ketika Orang Dewasa dalam Anak Kecil
Ketulusan Bermain (Source: JadiBerita.com)
Anak kecil pastinya suka sekali dengan bermain, apakah bermain di lapangan ataupun bermain di rumah seperti kebanyakan anak zaman sekarang seperti bermain playstation atau gadget lainnya. Dan mereka sering menggunakan otak kanannya dalam beraktivitas. Apapun permainannya kita bisa melihat betapa asyiknya mereka bermain dan betapa “ikhlasnya” mereka melakukan tahap demi tahap dalam sebuah permainannya untuk meng-“game”-kan permainan tersebut.

Orang dewasa, dimana kita melihat kebanyakan orang dewasa sekarang selalu berpikir idealis yang kebanyakan menggunakan otak kirinya dalam melakukan semua aktivitasnya. Contoh, orang yang telah bekerja, berangkat pagi dan pulang malam dalam bekerja, jika ada yang tidak ia sukai dalam pekerjaannya tersebut dia protes, merasa terhina, bentrok sana dan bentrok sini. Okelah mungkin tidak seekstrim itu tapi didalam hatinyalah pastinya sering membara. Memang ada juga orang dewasa yang selalu bersikap lebih “halus”. Dalam artian dia selalu berusaha mencari jalan terbaik dan lebih baik dari bertindak yang “ekstrim”, dia selalu menggunakan otak kanannya untuk selalu mencari solusi tanpa ada kekerasan. Damai dan diplomasi adalah jalannnya.

Oke sekarang sampai pada maksud saya membuat kalimat demi kalimat tentang orang dewasa dan anak kecil seperti pada tiga paragraph diatas. Anda tentu sudah memahami bagaimana anak kecil dengan segala kepolosan dan ketulusannya, dan bagaimana orang dewasa dengan segala aktivitas yang sangat padat dan sangat idealis. Kita tentu dalam kehidupan sehari-hari kepingin selalu berada pada lingkungan dimana orang-orang disekitar kita semua tulus dalam tingkah laku mereka, ketika mereka membantu juga tulus dan ketika bekerja juga tulus. Disinilah maksud saya menulis tentang orang dewasa dalam anak kecil. Bagaimana hebatnya jika seorang dewasa dengan segala kematangan pikiran dan hatinya bisa “bertingkah laku” seperti anak kecil yang dalam artian disini adalah selalu melakukan setiap pekerjaannya entah apakah belajar, bekerja, dan lainnya selalu melakukannya dengan tulus ikhlas untuk mencapai kepuasan pribadi karena telah melakukan aktivitasnya dengan sebaik-baiknya layaknya anak kecil yang bermain dengan penuh semangat, ikhlas, tulus dalam bermain tahap demi tahap untuk mencapai target dalam game tersebut.

Kadang ada juga yang anak kecil yang setelah mencapai target dalam permainannya tersebut tidak pernah puas dan selalu mencari permainan lainnya dan seperti orang dewasa yang tidak pernah puas dengan apa yang mereka dapatkan, tapi itulah manusia dan itu saya rasa wajar dan sah-sah saja selama fondasi tulus, sabar, ikhlas, iman, takwa, dan semangat selalu mereka pegang dalam setiap permainannya. Oleh karena itu, saya mengajak pada diri saya pribadi dan semua orang dewasa untuk mencontoh anak kecil dalam “bermain” tersebut. Buatlah diri kita selalu tulus ikhlas dan bersemangat dalam menjalai segala aktivitas yang kita jalani dan hadapi. Yakin dan percayalah pasti kita bisa meng-“game”-kan aktivitas kita dengan hasil yang maksimal.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga kita semua bisa menjadi orang dewasa dalam anak kecil. Dan negara Indonesia yang kita cintai ini selalu melahirkan talenta hebat dengan hati yang selalu tulus dan bersemangat untuk memajukan bangsa ini dalam berbagai aspek apapun. Amin

Salam Smart

Post a Comment

Terima Kasih Atas Kunjungan dan Komentar Anda